Desaku Indonesiaku
Mataku mengembara si balik awan
coba buka file-file kehidupan yang yang tlah usang
terbang,melayang dan terlupakan
Tangan-tangan mayat tak berkarat
Yang tak kau ingat padahal dulu kau jerat
luka mengering kembali terkuak hingga sekarat
berapa orang kau usir tak kerja ,kau pecat hingga minggat
kenegeri jiran, Thailand, jepang, arab seolah tanpa martabat
kau usir mereka dengan dasimu dan dengan kemiskinan menjerat
apakah ini yang bisa kau perbuat?
hay penguasa bangs.....
Desaku Indonesiaku
hijau bukit ramah penduduk mungkin hilang di telan awan
berbagi hayal renungan yang tak tertuang...
(heh...)
yuppie, Rani,harfanda
kapan kau berhenti bercuap Indonesia negeri bodoh
Pak pejabat,Anggota DPR,para pengacara
kapan Richard,James mengatakan kembali Indonesia jujur bebas korupsi?
dan waktu mungkin menjawab
mungkin nanti anakmu atau cucumu
atau ta'kan pernah terjadi?
kupanjatkan doa tangan-tangan kelaparan
ku panjatkan sepotong doa masa depan
Desaku Indonesiaku
Tetaplah menjadi Indonesia yang luhur dan sejahtera
DESAKU INDONESIAKU
Sunday, September 21, 2008
14 bintang
renungan embun di senja pagi
membuka lembaran album kenangan
untuk hati,jiwa dan rasa ini
secercah jiwa dan rasa ini terbendung
dan memungut lembaran-lembaran 14 bintang.
14 bintang dipekat hari
tetaplah bersinar diantara bintang-bintang yang lain
14 bintang di malam hari
mengingatkan aku pada kisah di ujung malam
bersinar tetaplah bersinar
berkembanglah bersama doa dan rinduku
meski jauh semua jiwa dan raga ini
aku tetap disini membatu dengan segenap doa dan rinduku
yang menjelma menjadi gugusan buntang di ujung malam
yang bersinar
dan bersinar
membuka lembaran album kenangan
untuk hati,jiwa dan rasa ini
secercah jiwa dan rasa ini terbendung
dan memungut lembaran-lembaran 14 bintang.
14 bintang dipekat hari
tetaplah bersinar diantara bintang-bintang yang lain
14 bintang di malam hari
mengingatkan aku pada kisah di ujung malam
bersinar tetaplah bersinar
berkembanglah bersama doa dan rinduku
meski jauh semua jiwa dan raga ini
aku tetap disini membatu dengan segenap doa dan rinduku
yang menjelma menjadi gugusan buntang di ujung malam
yang bersinar
dan bersinar
Subscribe to:
Posts (Atom)